Sabtu, 14 Mei 2011

Investasi

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva (harta) yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang
Pada dasarnya dalam berinvestasi tidak ditentukan syarat khusus  ataupun bentuk yang ingin diinvestasikan. Namun dalam kehidupan sehari-hari asa 2 bentuk investasi yang kita ketahui, diantarnya :
a.         Investasi property
Investasi property ini dapat berupa penanaman sejumlah uang dalam bentuk property, biasanya dilakukan adalah dalam bentuk emas, rumah ataupun tanah.
b.         Investasi ekuitas
Investasi ekuitas ini umumnya berhubungan dengan pembelian dan menyimpan saham stok pada suatu pasar modal oleh individu dan dana dalam mengantisipasi pendapatan dari deviden dan keuntungan modal sebagaimana nilai saham meningkat.
Mencari keuntungan dengan cara berinvestasi seperti ini tidaklah menutup kemungkinan terjadinya kerugian pada investor. Modal atau barang yang dijadikan investasi seringkali hilang ataupun rusak yang dikarenakan berbagai faktor, seperti faktor bencana alam maupun faktor manusia.

Tetapi kerugian seperti itu merupakan resiko dari investasi yang kita lakukan. Buktinya dengan beberapa faktor kerugian dan resiko yang mungkin saja di alami, para investor pun tetap meningkatkan investasinya dengan maksud agar keuntungan yang diperolehnya jika investasi tersebut berhasil dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar di masa yang akan datang.

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga di suatu negara dalam kurun waktu satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris pada tahun 1665.
1.      Produk Domesrti Bruto (GDP)
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara(domestik) selama satu tahun.
2.      Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross Nasional Product) meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun.
3.      Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi Depresiasi atau penyusutan barang modal.
4.      Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
5.      Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan Perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatanyang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
6.      Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposible Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposible Income diperoleh dari Personal Income (PI) dikurangi dengan pajak langsung.

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
  • Pendekatan pendapatan,
dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi,
dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri , agraris, ekstraktif, jasa dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran,
dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X M)

Sistem Perekonomian Bangsa Indonesia

Sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila yang menekannkan demokrasi ekonomi dengan menjalankan ciri-ciri positif dan menghindarkan ciri-ciri negatif yang ada pada demokrasi ekonomi.
Demokrasi ekonomi mempunyai ciri-ciri positif yang merupakan pedoman dasar dan cita-cita sosial bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut:
• Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas "azas kekeluargaan."
• abang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
• Bumi, air, dan segala kekayaan didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
• Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
• Potensi kreatif masyarakat dikembangkan dalam batas tidak merugikan kepentingan umum.
• Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Adapun ciri-ciri negatif yang harus dihindari meliputi:
1. free fight liberalism, yaitu kebebasan yang dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
2. etatisme, yaitu dominasi pemerintah yang berlebihan sehingga mematikan daya kreasi dan potensi masyarakat.
3. monopoli, yaitu pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu.
“Untuk kasus tertentu monopoli dibenarkan oleh pemerintah selama bertujuan mensejahterakan masyarakat”

Kesimpulannya, Demokrasi ekonomi itu merupakan common memory dan common destiny yang sifatnya masih abstrak, karena hal tersebut berhubungan dengan nilai dan norma ,yang sekaligus merupakan visi dari bangsa kita.

Sumber : http://www.angelfire.com/id/akademika/msdemoek98.html

Pelaku Ekonomi

Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan hidupnya masing-masing dan untuk memenuhinya kita harus melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi jelas berbeda-beda, secara umum ada 3 kegiatan ekonomi :
1. Konsumsi : Kegiatan mengkonsumsi atau menggunakan barang.
2. Produksi : Kegiatan Memproduksi barang.
3. Distribusi : Kegiatan menyalurkan barang.

Pelaku ekonomi merupakan pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima pelaku, yaitu rumah tangga, perusahaan, koperasi, masyarakat, dan negara. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, atau distributor.

Arti Sistem dan Sistem Ekonomi

• Sistem merupakan seperangkat komponen yang saling berkaitan antara satu dengan lainya yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai semua tujuan tanpa menghilangkan suatu batasan-batasan tertentu.
• Sistem Ekonomi adalah perpaduan dari seluruh komponen (cara-cara atau aturan) yang terorganisir dan saling bergantung untuk menjawab permasalahan ekonomi yang ada guna mewujudkan tujuan nasional suatu Negara.

Rabu, 30 Maret 2011

Peta Perekonomian (Makassar)

Kota makassar atau secara resmi dikenal denga Ujung Pandang merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi. Kota ini terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan. Makanan khas Makassar adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Kue Tori', Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

1. Geografis & Kependudukan
Makassar memiliki wilayah seluas 128,18 km dan populasi di kota ini mencapai kurang lebih 1,25 juta jiwa dengan tingkat kepadatan 6.431,04/km² yang merupakan 10 kota terbesar di Indonesia. Kota ini tergolong besar dengan berbagai suku bangsa yang tinggal di kota ini. Di kota ini, penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar, sisanya berasal dari suku Bugis, Toraja, Mandar, China, Jawa dan sebagainya.

2. Mata Pencaharian
Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.

3. Pariwisata
Ada banyak sekali obyek wisata yang dapat dijumpai di Kota Makasaar, beberapa diantaranya yaitu :
• Benteng Fort Roterdam
Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan dan dijuluki sebagai “The best preserved Dutch fort in Asia”.

• Pantai Losari
Pantai Losari merupakan Pantai Kebanggaan masyarakat Makassar. Pantai yang dijuluki restoran terpanjang di Asia ini memiliki pesona dan daya tarik yang luar biasa dengan Panorama Sunset terindah didunia.

• Pusat Rekreasi Pantai Akkarena

Pantai Mempesona di Makassar Pusat rekreasi keluarga Akkarena terletak di pesisir Pantai Tanjung Bunga dengan luas pengembangan sampai dengan 10 Ha. Dengan keindahan panorama pantainya serta keindahan matahari terbenam. Pusat rekreasi keluarga Akkarena menawarkan berbagai sarana untuk bersantai, bermain dan berolah raga bagi seluruh keluarga.
• China Town Makassar

Seperti kota-kota lain di dunia, Makassar juga memiliki sebuah kawasan bernama China Town. Biasa juga disebut pecinan. Teletak di pusat kota (Lapangan Karebosi). Di kawasan inilah digelar pesta rakyat dalam perayaan besar Cap Go Meh setiap tahun. Berbagai atraksi dan kesenian khas China dapat disaksikan di sini.

• Masjid Raya Makassar & Gereja Katedral Makassar

Kota Makassar memiliki prestasi baik dalam hal toleransi beragama. Meskipun mayoritas warga kota ini adalah muslim, tetapi umat Kristiani tetap tumbuh subur. Masjid RayaMakassar & Gereja Katedral Makassar adalah bangunan tertua di Sulawesi dan sekaligus menjadi simbol dari toleransi itu.

SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Makassar
http://wisata.makassarkota.go.id/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=22&Itemid=39

Selasa, 29 Maret 2011

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia Di Masa Yang Akan Datang

Strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi indonesia di masa yang akan datang mengacu pada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) mengamanatkan agar pembangunan wilayah Indonesia dapat dilaksanakan secara seimbang danserasi antara dimensi pertumbuhan dengan dimensi pemerataan, antara pengembangan Kawasan Barat dengan Kawasan Timur Indonesia, serta antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan. Hal ini dimaksudkan agar kesenjangan pembangunan antar wilayah dapat segera teratasi melalui pembangunan yang terencana dengan matang, sistematis, dan bertahap. Beberapa strategi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah

2. Orientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia,karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.

3. Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatuproses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia, sumberdaya buatan/infrastruktur, penguasaan teknologi, inovasi proses produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal,jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global.

Strategi pengembangan wilayah nasional untuk pembangunan ekonomi yang lebih merata dan adil, antara lain:
• Mengembangkan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan sektor-sektor unggulan
• Mengembangkan kawasan perbatasan sebagai ”beranda depan” negara dan pintu gerbang internasional yang menganut keserasian prinsip-prinsip ekonomi (Prosperity) serta pertahanan dan keamanan (Security).
• Mengembangkan keterkaitan ekonomi antar daerah melalui pengembangan sistem jaringan transportasi yang mencakup sistem jaringan jalan, rel, pelabuhan laut, dan bandar udara yang melayani pengembangan ekonomi kawasan andalan dan kota-kota, sehingga terwujud struktur ruang wilayah nasional yang utuh dan kuat dalam kerangka negara NKRI.

SUMBER : http://www.penataanruang.net/taru/Makalah/Men_%20101203,Makalah.pdf