Rabu, 23 Oktober 2013

GAMBARAN UMUM MENGENAI ETIKA



PENGERTIAN ETIKA

Kata etika berasal "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan". Etika disebut juga filsafat moral yang merupakan cabang filsafat yang menjelaskan tentang bagaimana manusia bertindak. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,
salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Persamaan antara etika dengan etiket yaitu, menyangkut perilaku manusia. Keduanya mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Tapi antara etika dan etiket adalah dua hal yang berbeda.
Adapun contoh kecil untuk membedakan secara jelas antara Etika dan Etiket :
  1.      Etika :
-          Sesuatu yang dipinjam harus dikembalikan pada pemiliknya.
-          Perintah untuk tidak berbohong dan tidak mencuri
  2.      Etiket :
-          Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan.
-          Mengucapkan ‘terima kasih’ kepada orang yang memberikan sesuatu.

Adapun pengertian etika menurut beberapa ahli, yakni :
  1.  Drs. Sidi Gajabla dalam sistematika filsafat mengartikan etika sebagai teori tentang tingkah laku, perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  2.  Soegarda Poerbakawatja mengartikan etika sebagai filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai – nilai, ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia terutama mengenai gerak – gerik pikiran dan rasa yang merupakan
  3.  Maryani dan Ludigdo, etika merupakan seperangkat aturan, norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
  4. Ahmad Amin mengungkapkan bahwa etika adalah  ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik atau buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia, serta pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuan dari bentuk perbuatan.
  5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
  6.  Drs. O.P. Simorangkir, etika atau etik dapat diartikan sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai baik.
  7.  Drs. H. Burhanudin Salam berpendapat bahwa etika merupakan cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

PRINSIP PRINSIP ETIKA
  1.   Prinsip Tanggung Jawab
Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya.
  2.  Prinsip Keadilan
Tidak merugikan; tidak membedakan orang lain.
  3.  Prinsip Otonomi
Kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya, tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional tanpa mengganggu kepentingan umum.
  4.  Prinsip Integritas Moral
Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi (Profesionalitas)

BASIS TEORI ETIKA
 Etika Teleologi
            Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘telos’ yang berarti ‘tujuan’. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam tori teleologi terdapat dua aliran, yaitu.
-          Egoisme etis
Inti pandangan dari egoisme adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri.
-          Utilitarianisme berasal dari bahasa Latin yaitu utilis yang memiliki arti bermanfaat. Menurut toeri ini, suatu perbuatan memiliki arti baik jika membawa manfaat bagi seluruh masyarakat ( The greatest happiness of the greatest number ).

Deontologi
            Deontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu deon yang memiliki arti kewajiban. Jika terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak karena buruk?”. Maka Deontologi akan menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dank arena perbuatan kedua dilarang”. Pendekatan deontologi sudah diterima oleh agama dan merupakan salah satu teori etika yang penting.

Teori Hak
            Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Teori Keutamaan ( Virtue )
            Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh sifat yang dilandaskan oleh teori keutamaan yaitu kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras dan hidup yang baik.
Sumber

SUMBER

Sabtu, 04 Mei 2013

IF I BECOME A BUSINESSMAN IN THE FUTURE


Business is a normal thing being spoken of around us. Already many businessman, young and immature trying to establish business both in small, intermediate, even a large scale. To be a businessmen, at least there are a few things must be considered and owned anyone wishing to plunge in the business world, that is surely those who have the funds, intention, determination and strong courage.

Around me, friends or neighbors, so many have tried to do business, among others, tried in the field of food, clothes and other daily supplies, then in the field of livestock animals, and various other types of businesses

Honestly, I am interested less to be entrepreneurs but if asked next time has capital, what business wanted to open up? Hmm maybe i want to try being the agent foodstuffs staple or pass as basic needs.

Why I wanted to be an agent material of basic needs? because everyone definitely  need basic foodstuffs such as rice, eggs, sugar and others, and with the importance of foodstuffs, that will facilitate anyway in acquiring market.

On the issue of the threat of businesses, may not be too big a threat that will happen from some competitor,  because in the area of my home is not too much and there are only regular grocery stalls which may eventually they shall take food from my place and back, they sell and this thing called mutualism symbiosis 

Minggu, 24 Maret 2013

Application Letter


                                                                                            Jakarta, March 24th 2013
Attention :
Personel Manager of PT Gugur Bunga ,Tbk.
Jl. Cabai Merah Keriting No.23
South Jakarta

Dear Sir/Madam,
          Refer to your requirement advertised in Media Indonesia on March 20th 2013, I am interested in joining and contributing with your respected company. I am interested in the Taxation Employee position, according to my educational background in Accounting.

          My name is Ramadhika Wihardani, I am 20 years old. I’m studying in Accounting Department at the University of  Gunadarma. I consider my self that I have qualifications for the position. I have good motivation for progress and growth, eager to learn, and able to work as a team (team work) or by myself. Beside that I have adequate computer skill.

         I will be pleased to provide any further information, you may need and I would like to have an opportunity to interview with you.

Yours sincerely,


Ramadhika Wihardani


*Opinion About this job : Being a Tax Officer is job position that i would like to be beside to be an Auditor in the future. I hope sooner or later, i'm able to achieve what's inspiring me to do my best

Curriculum Vitae



Personal  Details

Full Name                   : Ramadhika Wihardani
Sex                              : Male
Place, Date of Birth    : Jakarta, February 26, 1993
Marital Status             : Single
Height, Weight            : 172 cm, 70 kg
Religion                      : Moslem
Nationality                  : Indonesia
Address                      : Komplek Bumi Pelita Kencana Blok B3 No 11/12 RT.03/009,  Pondok Cabe - Pamulang, South Tangerang 15418.
Phone Mobile             : 0857800xxxxx         
Email                          : ramadhikaw@yahoo.com

Educational Background

1998 – 2004                : Pondok Cabe Udik 1 Elementary School, South Tangerang.
2004 – 2007                : Dharma Karya UT Junior High School, South Tangerang.
2007 – 2010                : 1 Ciputat Senior High School, South Tangerang.
2010 - Now                 : Accounting Departement at Gunadarma University, Depok.

Qualification

1.      Accounting & Administration Skills (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Calculation)
2.      Computer Literate (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).
3.      Taxation System
4.      Internet Literate.


 Pondok Cabe, March 24th 2013




      Ramadhika Wihardani

Rabu, 02 Januari 2013

CONTOH ARTIKEL DENGAN FUNGSI KUTIPAN


“Sepatu Dahlan”, sebuah potret tentang perjuangan
“Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.”

Kalimat itu ditulis oleh Dahlan Iskan sebagai pengantar sebuah novel yang diklaim oleh penulisnya Khrisna Pabihara sebagai diinspirasi oleh kisah hidup sang menteri.
Namun “Sepatu Dahlan”, sebuah novel setebal 369 halaman dan 32 bab justru runtut bertutur mengenai perjuangan, kerja keras dan semangat pantang menyerah seorang anak miskin untuk mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan latar belakang peristiwa Gerakan 30 September PKI.
Sosok Dahlan kecil yang digambarkan oleh penulis dalam novel itu bukanlah orang yang pasrah terhadap keadaannya. Dahlan kecil dalam novel itu adalah seorang pejuang, pejuang bagi masa depannya tak peduli jalan berliku.
Dahlan, bocah miskin asal Kebon Dalem, Jawa Timur, berpeluh untuk mewujudkan mimpinya, yang semula sangat sederhana untuk ukuran sebagian besar anak Indonesia saat ini, yaitu sepasang sepatu dan sepeda.
Tapi dia tidak menyerah. Dari Kebon Dalem, kampung yang dilukiskan sebagai hanya memiliki enam buah gubuk yang letaknya saling berjauhan, Dahlan tekun menyusun langkah hingga akhirnya kini tertambat di salah satu kursi Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai Menteri BUMN. Sebuah lompatan yang sangat mengagumkan jika merujuk pada novel “Sepatu Dahlan” yang menyebutkan bahwa nyaris seluruh lelaki dewasa di Kebon Dalem bekerja sebagai buruh atau kuli.
Walau, Dahlan kecil karena kondisi keluarganya yang berada di bawah garis kemiskinan juga terpaksa merasakan kerasnya hidup sebagai buruh. Setiap hari ia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki.
Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari “nguli nyeset”, “nguli nandur” (menjual tenaga di sawah), sampai melatih tim voli anak-anak pengusaha tebu.
Berkat kerja kerasnya, Dahlan berhasil mengumpulkan uang untuk membeli sepeda secara mencicil dan kemudian dia bahkan mampu membeli dua pasang sepatu untuk dirinya dan adiknya. Sekalipun semua itu baru dapat diwujudkannya ketika ia duduk di kelas tiga SMA (Aliyah). Suatu jalan yang panjang untuk sepasang sepatu. Sepasang sepatu yang kemudian lebih banyak ditenteng oleh Dahlan karena ia merasa sayang menggunakannya.
“Takut rusak jadi sepatu ditenteng dan tetap nyeker (telanjang kaki) ke sekolah supaya sepatunya awet.”
Namun Dahlan punya apologi untuk itu. Ia bukannya malas bekerja, ia menghabiskan waktu menjadi buruh di sawah berhari-hari dengan harapan dapat memperoleh upah untuk membeli sepatu namun ternyata setiap kali menerima upah setiap kali itu pula ada hal-hal lain yang lebih mendesak dibanding sepatu, misal beras, tepung singkong, cabai, gula atau minyak tanah.
“Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging…Siksaan akibat rasa lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku…Sungguh aku butuh tidur. Sejenak pun bolehlah, Supaya lapar ini terlupakan,” tulis Khrisna guna menggambarkan kerasnya kehidupan Dahlan kecil untuk mencapai mimpinya yang “sederhana”.
Lempar Sepatu
Dalam acara peluncuran novel “Sepatu Dahlan” di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (27/5), Dahlan kembali melakukan aksi “melempar”. Tapi bukan kursi yang dia lempar namun sepatu yang ia pakai.
“Saya copot, lempar ke anda dan saya pakai buatan Indonesia,” katanya. Pelemparan sepatu itu merupakan bentuk dari penolakannya terhadap sepatu buatan luar negeri.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa novel “Sepatu Dahlan” adalah satu bentuk teguran baginya selaku pejabat publik untuk tidak lagi menggunakan sepatu buatan luar negeri.
Setelah melempar sepatunya, Dahlan kemudian mengawali Gerakan Sepatu untuk Anak Indonesia dengan membagikan sekitar 1.000 sepatu untuk anak-anak Sekolah Dasar di seluruh sudut Jakarta.
Aksi “bagi-bagi” sepatu itu memperoleh rekor dari Museum Rekor Indonesia sebagai gerakan berbagi sepatu terbanyak karena ditargetkan akan memberikan lebih dari 3.600 pasang sepatu bagi anak-anak Indonesia.
Terkait novel yang disebut terinspirasi dari kisah hidupnya, Dahlan mengaku kaget saat pertama kali memperoleh informasi mengenai penulisan novel tersebut. Novel itu, katanya, juga membuat dia penasaran karena dia adalah seorang penikmat novel.
Namun ia memuji kepiawaian sang penulis yang mampu menghidupkan kisah hidupnya. Tetapi, Dahlan mengingatkan bahwa beberapa adegan dan tokoh yang terdapat dalam novel itu adalah fiktif walau semangatnya sama.
Novel “Sepatu Dahlan” adalah bagian pertama dari trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara dan diterbitkan oleh Noura Books. Dalam buku itu dikisahkan masa kecil Dahlan Iskan yang tumbuh besar dengan dua impian yaitu sepatu dan sepeda serta kisahnya dengan seorang gadis bernama Aisha.
Menurut Khrisna, Dahlan kecil yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak tega menyampaikan impiannya kepada orang tuanya sehingga dia berusaha untuk mewujudkannya dengan usahanya sendiri. Setiap hari ia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul.
Buku itu juga menyebutkan bahwa di usia mudanya, Dahlan sudah banyak merasakan kehilangan, yang semua tertuang dalam catatan hariannya.
Namun sekalipun novel itu terinspirasi oleh kehidupan Dahlan, Khrisna menjelaskan bahwa sebagian tokoh dan kisah di dalam novel “Sepatu Dahlan” merupakan hasil imajinasinya.
Dalam acara peluncuran novel itu hadir juga sejumlah tokoh antara lain Ary Ginanjar Agustian, Tina Talisa, Putra Nababan dan Abdillah Toha, yang bergantian memberikan pandangannya atas novel itu.
“…setelah membaca buku ini, segalanya terkonfirmasi. Kesederhanaan, rendah hati dan kerja keras yang dibarengi keteguhan hati, bukanlah sekedar gebrakan,” kata pembawa acara berita Putra Nababan.
Ia mengatakan bahwa novel “Sepatu Dahlan” membuatnya lebih banyak bersyukur atas segala karunia yang diterimanya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pagi ini saya memakaikan sepatu kepada anak saya dan saya bersyukur. Saya bayangkan kalau saya dan anak saya mengalami seperti itu,” katanya.
Sementara itu pembawa acara yang lain, Tina Talisa, mengatakan bahwa novel tersebut menginspirasinya untuk tidak pantang menyerah.
“Pada saat saya membaca saya menjadi sadar bahwa kalau kita mengeluh kita tidak akan mendapatkan apapun,” katanya.
Sedangkan Ary Ginanjar menilai novel “Sepatu Dahlan” memiliki pesan besar yaitu agar pihak yang kaya bermanfaat dan pihak yang miskin bermartabat.
“Sepatu Dahlan adalah sebuah makna kebebasan. Sebuah makna dimana kita keluar dari segala hal birokrasi,” katanya.
Novel “Sepatu Dahlan” menurut politisi Abdillah Toha akan diikuti oleh “Surat Dahlan” dan “Kursi Dahlan”.
“Pak Dahlan mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk bangsa Indonesia sekarang dan masa depan,” katanya.
Tampaknya semua mengamini pandangan Dahlan Iskan yang diperjelasnya dalam bab 29, “Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya. Hukum alam. Maka sebagai orang miskin, aku tidak berharap terlalu muluk-muluk.” Namun tentu saja tidak juga diam, menyerah pada keadaan.
(G003/Z003)


Senin, 31 Desember 2012

CONTOH PERMASALAHAN DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI KUTIPAN


Contoh Kutipan Langsung :
·         Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.
·         Simbol yang tergantung pada tujuan mulia ataupun sakral dari benda itu seperti yang dikemukakan oleh Ricoeur (1988:2), “It is an the work of interpretation that this philosophy discovers the multiple modalities of dependence of the self-its depence on desire glimpsed in an archaelogy of the subject, its dependence on the sacred glimpsed in its eschatology. It is by developing on archaeology, abd eschatology that reflection it self as reflection”.
·         Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)

Contoh Kutipan Tidak Langsung :
·           Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)
·           Pemahaman baginya adalah sebagai modus eksistensi manusia, bukan suatu proses subjektif manusia yang dihadapkan kepada suatu objek. Gadmer pulalah yang mengupayakan bahwa hermeuneutik perlu ditingkatkan menjadi masalah kebahasaan, selain dikaitkan dengan estetika dan pemahaman yang historikal (Gadamer, 1975 : 429-421).
·           Wujud penalaran ilmiah dalam pelaksanaanya sesuai dengan buah pikiran Shurter dan Pierce yang menyatakan bahwa penalaran induktif merupakan proses penalaran untuk menarik suatu prinsip / sikap yang berlaku umum atau suatu simpulan yang bersifat khusus berdasarkan atas fakta-fakta khusus. Penalaran induktif mugkin merupakan generalisasi, analogi, atau hubungan kausal. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik simpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Di dalam analogi, inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus ditarik berdasarkan kebenaran gejala khusus yang bersamaan. Hubungan kausal adalah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab-akibat, akibat-sebab, atau akibat-akibat (Shurter & Pierce, 1997: 8).

SUMBER :